Biologi atau ilmu hayat adalah kajian tentang kehidupan, dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya. Ilmu biologi modern membahas pengetahuan yang sangat luas, eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin. Secara umum, seluruh cabang keilmuan biologi disatukan oleh konsep dasar yang mengatur semua penelitian biologi, yaitu konsep tentang sel, gen, dan evolusi. Sel diakui sebagai satuan dasar kehidupan, gen diakui sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi diasumsikan sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, kelangsungan hidup dari makhluk hidup diyakini terjadi karena adanya perilaku konsumsi, perubahan energi serta dengan regulasi yang menjaga kestabiilan dan vitaltas keadaan dalam tubuh
meilaeriaenjelita
Selasa, 07 Desember 2021
Kamis, 19 Januari 2017
Pramuka Penggalang Anggrek
Berdasarkan pencapaian Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang dapat digolongkan dalam beberapa tingkatan, yaitu:
Tingkatan Penggalang juga memiliki Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan tingkat atau Tanda Kecakapan Umum (TKU) dan pendapatkan Tanda Kecapakan Khusus (TKK)
Sistem Berkelompok
Setiap anggota Pramuka Penggalang dikelompokkan dalam satuan-satuan kecil yang disebut regu. Setiap regu terdiri atas 8 orang Penggalang. Regu dipimpin oleh seorang Pimpinan Regu (PINRU) yang bertanggung jawab penuh atas regunya tersebut. Regu dalam penggalang mempunyai nama-nama untuk mengidentifikasi regu tersebut. Nama Regu Putra diambil dari nama hewan, misalnya harimau, kobra, elang, kalajengking, dan sebagainya. Sedangkan nama regu putri diambil dari nama tumbuhan (bunga), semisal anggrek, anyelir, mawar, melati.Setiap empat regu dihimpun dalam sebuah Pasukan yang dipimpin oleh seorang Pemimpin Regu Utama (Pratama). Pratama adalah pimpinan dari seluruh regu.
Satuan Terpisah
Pelaksanaan kegiatan kepramukaan dilaksanakan dengan Sistem Terpisah untuk satuan putra dan satuan putri. Dimana Pramuka Penggalang putra dikelompokkan dengan Pramuka Penggalang Putra lainnya dan dipisahkan dari satuan Pramuka Penggalang putri. Satuan ini dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina putra juga. Demikian sebaliknya untuk satuan Penggalang Putri.Kode Kehormatan
Kode kehormatan untuk Pramuka penggalang terdiri atas Janji (Satya) Penggalang yaitu Trisatya. Janji Pramuka Penggalang (Trisatya) berbeda dengan Siaga dan Penegak/Pandega. Dan Kode Moral (Dharma) Penggalang yang disebut Dasa Dharma.Dharma Pramuka
- Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia
- Patriot yang sopan dan ksatria
- Patuh dan suka bermusyawarah
- Rela menolong dan tabah
- Rajin, trampil dan gembira
- Hemat cermat dan bersahaja
- Disiplin, berani dan setia
- Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
- Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Kegiatan Pramuka Penggalang
Kegiatan dalam tingkatan penggalang antara lain:- Jambore: adalah pertemuan pramuka penggalang dalam bentuk perkemahan besar, dan diadakan bertingkat; Jambore Nasional (Jamnas), Jambore Daerah (Jamda), Jambore Cabang, Jambore Ranting
- Lomba Tingkat, adalah pertemuan regu-regu Pramuka Penggalang dalam bentuk lomba kegiatan kepramukaan. Lomba tingkat dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari tingkat gugusdepan (LT-I), ranting (LT-II), cabang (LT-III), daerah (LT-IV), nasional (LT-V).
- Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru), adalah pertemuan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru) dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru) Penggalang, yang bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinru diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinru apabila dipandang perlu.
- Penjelajahan (Wide Game), adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk mencari jejak (orienteenering) dengan menggunakan tanda-tanda jejak, membuat peta, mencatat berbagai situasi dan dibagi dalam pos-pos. Setiap pos berisi kegiatan keterampilan kepramukaan seperti morse/semaphore, sandi, tali temali dan sejenisnya.Dalam membuat peta, pramuka penggalang memiliki teknik tersendiri seperti peta pita dan peta lapangan. Peta pita dibuat oleh dua atau tiga orang yang biasanya meaancatat posisi atau titik dari kompas bidik, kemudian orang yang lain akan mencatat kondisi sekitar dalam sebuah meja jalan. Meja lanan sendiri berbentuk papan seukuran kertas folio yang kemudian ditempel kertas yang digulung panjang.
- Latihan Bersama, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dari dua atau lebih gugusdepan yang berada dalam datu kwartir ranting atau kwartir cabang mapun kwartir daerah dengan tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman. Latihan gabungan ini dapat dilaksanakan dalam bentuk lomba, seperti baris-berbaris, PPPK, senam pramuka dan sejenisnya.
- Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang yang dilaksanakan secara reguler, untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan. Perkemahan diselenggarakan dalam bentuk Persami (Perkemahan Sabtu Minggu), Perjusami (Perkemahan Jumat Sabtu Minggu), perkemahan liburan dan sejenisnya.
- Jamboree On The Air and Jamboree On The Internet
Lambang WOSM
Lambang WOSM(World Organization of Scout Movement) atau
Organisasi Kepanduan Sedunia adalah logo atau lambang kepramukaan sedunia yang
juga dijadikan sebagai lencana pada pakaian pramuka. Di Indonesia, lencana WOSM
menjadi salah satu Tanda Umum Gerakan Pramuka (bagian dari Tanda Pengenal
Gerakan Pramuka). Tanda ini dikenakan di baju seragam pramuka di dada sebelah
kanan (anggota putra) dan kerah baju sebelah kanan (anggota putri).
Lambang WOSM terdiri atas gambar "fleur-de-lis" atau
dikenal juga sebagai bunga lily dengan tiga ujung, kompas, dua bintang, yang
dilingkari tali bersimpul mati. Gambar berwarna putih dengan warna latar
(background) berwarna ungu.
Lambang "fleur-de-lis" ini telah digunakan oleh
Baden Powell, Bapak Pramuka Sedunia, untuk disematkan kepada 22 anak laki-laki
yang mengikuti perkemahan di Pulau Bwonsea pada 25 Juli - 2 Agustus 1907.
Hingga kini lambang tersebut masih digunakan sebagai lambang WOSM (Organisasi
Kepanduan Sedunia) dan banyak organisasi kepramukaan di berbagai negara
Arti dan Makna Kiasan
Dalam Lambang WOSM
Lambang WOSM yang terdiri atas jarus kompas,
"fleur-de-lis" atau "treefoil", dua bintang, dan tali
melingkar bersimpul mati memiliki makna dan arti kiasan sebagai berikut :
Jarum kompas menunjuk ke atas (utara), memiliki arti sebagai pengingat bagi setiap pramuka agar senantiasa melakukan kebenaran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Selain itu untuk senantiasa menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
Jarum kompas menunjuk ke atas (utara), memiliki arti sebagai pengingat bagi setiap pramuka agar senantiasa melakukan kebenaran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Selain itu untuk senantiasa menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
Bunga Lily (fleur-de-lis) atau Bunga dengan Tiga Ujung,
mengiaskan Tiga Janji Pramuka (Scout Promise)
Dua bintang, melambangkan bahwa seorang anggota Pramuka
selalu berupaya untuk dapat menjadi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan
pengetahuan.
Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati,
mengiaskan bahwa antar sesama Pramuka di seluruh dunia selalu menjalin hubungan
persahabatan dan persaudaraan.
Warna putih, melambangkan jiwa Pramuka yang berhati suci dan
bersih.
Warna dasar ungu, memiliki arti bahwa Pramuka memiliki
keterampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain.
Di Indonesia, lambang atau logo
WOSM ini selain disematkan di pakaian seragam pramuka, bersama dengan lambang
Gerakan Pramuka, juga digunakan sebagai kop surat organisasi dan (mulai dari
gudep hingga Kwartir Nasional Gerakan Pramuka) dan papan nama gugus depan dan
kwartir.
Letak dan Bentuk Lambang WOSM di Seragam Pramuka di Indonesia
Letak lambang WOSM atau bunga lily untuk laki-laki terletak di bagian dada sebelah kanan. Lebih tepatnya diatas saku. Sedangkan untuk perempuan, terletak di bagian ujung kerah baju sebelah kanan.
Untuk bentuk lambang WOSM ini, untuk
pramuka laki-laki berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 2,5 X 2,5 cm.
Sedangkan untuk perempuan, berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar
2,5 cm pula. Agar lebih jelas, lihat gambar di bawah.
Gambar ini hanya sebagai contoh
saja. Untuk tata letak lambang WOSM ini di setiap tingkat pramuka sama.
Baik siaga, penggalang, penegak, pandega maupun untuk pramuka dewasa.
Sekian, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk pembaca semua.


Posted in:
Sejarah Lambang Pramuka Di Indonesia
Sejarah dan Kiasan Lambang Pramuka Tunas Kelapa
| Anggota Pramuka sudah sepantanya mengetahui, mengerti dan dapat
memaknai arti dari lambang tunas kelapa yang merupakan lambang dari
pramuka. Mengingat pentingya sebuah lambang atau logo bagi semangat juan
setiap organisasi dan kesatuan, di dalam pramuka perhatian ini
dimasukan pada butir butir penyelesaian Syarat Kecakapan Umum mulai dari
tinggat penggalang maupun pramuka penegak pandega dimana seorang pramuka mengetahui lambang tunas kelapa dan memahami artinya.
PramukaIndonesia.com pada kesempatan kali ini akan memberikan informasi referensi dari Lambang Pramuka Tunas Kelapa dan Artinya.
![]() |
| Gambar Tunas Kelapa, Lambang Pramuka |
Sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 48 dan
Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII Pasal 120, lambang
Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. Penjabaran tentang Lambang ini
ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomor 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan
Pramuka.
Pencipta lambang ini adalah Kak Sunardjo Atmodipuro, seorang Andalan
Nasional dan Pembina Pramuka yang juga pegawai di Departemen Pertanian.
Kak Soenardjo Atmodipoero sendiri lahir pada tanggal 29 Pebruari 1909 di
Blora dan meninggal pada tanggal 31 Mei 1979.
Pertama kali lambang ciptaan Kak Sunardjo Atmodipuro ini dipergunakan
sebagai lambang Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 saat
Presiden Republik Indonesia menganugerahkan Panji Kepramukaan kepada
Gerakan Pramuka
Pengetahuan terkait lambang Gerakan Pramuka
juga menjadi salah satu materi dalam SKU yaitu mulai SKU Siaga Mula,
SKU Siaga Bantu, Siaga Tata (masing-masing pada syarat nomor 6), serta
SKU Penggalang Ramu (syarat no. 14).
Arti Makna Lambang Gerakan Pramuka
Tunas Kelapa dipilih sebagai lambang Gerakan Pramuka dengan
mempertimbangkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Arti
filosofi tersebut yaitu:
- Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
- Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
- Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimana pun juga.
- Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni mulia, jujur dan tetap tegak tidak mudah diombang–ambingkan sesuatu.
- Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang tersebut mengkiaskan tekad dan keyakinan setiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
- Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia
Sejarah Pramuka Di Dunia
Sejarah Kepramukaan di Dunia tidak bisa terlepas dari Baden
Powell. Tentara Inggris yang lahir di London, Inggris pada tanggal 22
Februari 1857 ini lah yang menggagas kegiatan yang dalam sejarah
kemudian terkenal dengan kepramukaan atau scouting. Sejarah mencatat
bahwa buku Aids to Scouting (1899) yang berisikan pengalaman
Baden Powell semasa di ketentaraan menarik minat, dan banyak dibaca,
tidak hanya oleh kalangan militer saja melainkan oleh para guru dan
organisasi pemuda.
Minat masyarakat terhadap buku Aids to Scouting yang tinggi
membuat William Alexander Smith (Pimpinan Boys Brigade Inggris) meminta
Baden Powell untuk melatih 22 pemuda. Oleh Baden Powell, ke-22 pemuda
ini diajak berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tanggal 25 Juli
- 2 Agustus 1907. Tercatat dalam sejarah, perkemahan tersebut
menginspirasi Baden Powell untuk menulis buku 'Scouting for Boys'
(1908). Selain diilhami buku-bukunya terdahulu, buku ini juga
mendapatkan masukan dan dukungan dari Frederick Russell Burnham (Chief of Scouts in British Africa), Ernest Thompson Seton dari Woodcraft Indians (Amerika), dan William Alexander Smith dari Boys Brigade.
Kembali, buku ini menjadi laris manis, bahkan di seantero dunia. Buku Scouting for Boys
menjadi rujukan dan pedoman penyelenggaraan kegiatan serupa di seluruh
dunia. Kegiatan-kegiatan tersebut yang kemudian dikenal sebagai
kepramukaan atau scouting. Kemah di pulau Brownsea dan buku 'Scouting for Boys' dianggap sebagai tonggak awal sejarah kepramukaan di dunia. Tentang Bapak Pramuka Sedunia, Baden Powell, baca : Sejarah Baden Powell dan Foto Baden Powell.
| Monumen di Pulau Brownsea, menandai perkemahan Pramuka pertama kali di dunia |
Sejarah mencatat bahwa buku “Scouting for Boys” tersebar luas di
Inggris dan negara-negara lain. Buku ini menginspirasi berdirinya
organisasi kepramukaan di Inggris dan sekitarnya. Sehingga
bermunculanlah kegiatan-kegiatan untuk pemuda dengan menerapkan ide-ide
Baden Powell. Semula kepramukaan hanya ditujukan bagi anak laki-laki
berusia 11 sampai 18 tahun dengan nama Boys Scout.
Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes berinisiatif mendirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides. Organisasi ini kemudian diteruskan oleh istri Baden Powell.
Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama Cub (anak serigala) dengan buku The Jungle Book
karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini
bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh
induk serigala.
Tahun 1918 Baden Powell membentuk "Rover Scout" bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.
Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall,
London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden
Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World). Daftar pelaksanaan Jambore Dunia dapat dilihat di artikel lain di blog ini.
Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru
dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois
Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian
digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell
Park.
Gerakan Pramuka Di Indonesia

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.
Daftar isi
- 1 Sejarah
- 2 Kelahiran Gerakan Pramuka
- 3 Tujuan Gerakan Pramuka
- 4 Prinsip Dasar Kepramukaan
- 5 Metode Kepramukaan
- 6 Keanggotaan
- 7 Lambang
- 8 Sifat
- 9 Lagu
- 10 Kode Kehormatan
- 11 Badge Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (sekarang)
- 12 Lambang Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (dulu)
- 13 Lihat pula
- 14 Referensi
- 15 Pranala luar
Langganan:
Postingan (Atom)
Biologi atau ilmu hayat adalah kajian tentang kehidupan , dan organisme hidup , termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi , pe...

